INFORMASI PEMASARAN SILAHKAN HUBUNGI: TLP.021-7562303 FAX.021-7562172
Latest Post

MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ANAK (2): HARGAI ANAK SEBAGAI PRIBADI


Jangan membuat seorang anak harus mengalah karena dia perempuan, karena dia paling kecil atau paling besar. Yang benar dibela yang salah ditegor, apapun gendernya dan nomor berapapun itu anak. Jika dia harus mengalah karena dia perempuan, nanti dia menyesal sebagai perempuan dan citra diri kewanitaannya bisa tidak tumbuh sebagaimana seharusnya dan akan menjadi kelaki-lakian (dan sebaliknya). 

Anak laki-laki (dan sebaliknya) yang harus selalu mengalah kepada kakak atau adik perempuan, akan menyesal sebagai laki-laki. Dia bisa berpikir “Alangkah menyenangkannya menjadi perempuan”. Lebih jauh dia bisa diam-diam saat dirumah kosong, memakai baju perempuan, dan aneka fantasi lainnya. Apa yang akan terjadi? Jiwanya mengalami kebingungan dalam mencari jati diri. Ini akan mempengaruhi produksi hormonnya, dan bisa tumbuh menjadi banci atau homo (demikian juga wanita lesbi).

Mendidik anak, dengan keadilan, yang salah yang mengalah dan bukan harus mengalah karena dia laki-laki atau karena anak pertama. Dengan demikian setiap anak dihargai sebagai sebuah pribadi yang sama.

Tidak masalah anda marah atau mendisiplin, akan menjadi masalah adalah jika anak melakukan hal yang benar, dan anda tidak memberinya rewards, perhatian atau pujian. Jika menegor, jangan sebut atau ungkit-ungkit kesalahan sebelumnya. 

Menghargai anak sebagai pribadi, selayaknya ketika kita berbicara dengan rekan kerja, boss di kantor atau orang lain yang kita hargai, seperti dengan melihat mereka, sejenak meletakkan hp atau gadget lainnya dan berbicara secara pribadi, serta perilaku lainnya, bahwa kita menghargai mereka.

Tips selanjutnya, inspirasi setiap hari, Klik SUKA halaman facebook 'HAPPY HOLY KIDS', tersedia edisi dalam bentuk VIDEO STREAMING di U-TUBE dgn nama 'INSPIRASI MENDIDIK ANAK". Atau dapatkan bukunya 'MENDIDIK ANAK dgn HATI" dan “ANAK CERDAS – Multiple Intelligences” karya Ir.JAROT WIJANARKO di Gramedia. 

BAHAGIA KARENA BISA MELIHAT KEINDAHAN


BAHAGIA bukan kalau MEMILIKI KEINDAHAN, tetapi BISA MELIHAT KEINDAHAN di setiap peluang dan keadaan, MENIKMATI HIDUP, karena memiliki sikap hidup dan sudut pandang yg POSITIF: INSPIRASI dari ANAK CACAT yg MANDIRI.

Kisah ini terjadi di Pesawat.
Hari itu merupakan pekan yang panjang dan penuh dengan kesibukan seminar, mengajar keliling kota, bahkan ke luar negeri. Seperti biasa kunikmati dengan santai dalam penerbangan pulang. Membaca yang ringan-ringan bahkan memejamkan mata beberapa menit menghilangkan kepenatan. Kendatipun demikian aku mencoba menerima apapun yang mungkin terjadi. Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek seperti ini,”Tuhan siapapun yang Kau tetapkan duduk di sebelahku biarlah dia seperti adanya dan bantulah aku agar dapat menerima apapun yang tersedia bagiku saat aku masuk pesawat, chek in dan saat berangkat.”

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat ternyata ada seorang anak kecil usianya sekitar 8 tahun, duduk di kursi dekat jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak namun aku sedang merasa lelah. Naluriku berkata apa boleh buat aku tidak tahu nasibku kali ini. Dengan berusaha bersikap ramah aku menyapanya dan mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya Bradley.

Kami langsung bercakap-cakap dan hanya dalam beberapa menit ia menaruh kepercayaan kepadaku dan berkata “Ini pertama kalinya saya naik pesawat, saya agak takut.” Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru saja mengunjungi sepupunya. Dan ia diminta tinggal lebih lama sedang orangtuanya pulang lebih dahaulu. Kini ia pulang sendirian dengan pesawat terbang.

“Naik pesawat itu kecil kataku” berusaha menumbuhkan keyakinannya. Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah diantara yang pernah kau lakukan. Aku diam sejenak untuk berfikir kemudian aku bertanya kepadanya.”Pernahkah kau naik roller coaster atau jet coaster? Pernahkah kau naik tanpa berpegangan?
“Oh ya saya senang sekali,” ia tertawa. Sementara aku berpura-pura ketakutan.
“Pernahkah kau naik di depan?” tanyaku lagi dengan wajah berpura-pura merasa ngeri. Seolah-olah sedang naik roller coaster.

“Ya, saya selalu berusaha untuk mendapatkan tempat duduk paling depan,” kata anak kecil yang duduk disebelahku Dan kau tidak merasa takut? Ia menggelengkan kepalanya. Tampaknya kini ia berhasil mengimbangi aku. Ia mulai tidak takut dalam pesawat yang pertama kali ia naiki. Sejujurnya penerbangan ini tidak seberapa dibandingkan dengan naik roller coaster. Aku tidak berani naik roller coaster. Tapi aku tidak takut sama sekali bila naik pesawat terbang. Seulas senyum mulai tampak dari wajahnya. Benarkah itu? kata anak itu”

Aku dapat melihat ia mulai berfikir mungkin ia sebenarnya anak yang pemberani. Pesawat mulai ditarik menuju ujung landasan. Dan ketika akhirnya pesawat itu meluncur naik ia memandang keluar jendela dan mulai bercerita dengan semangat tentang semua yang ia alami. Ia mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya dan gambar-gambar yang seolah-olah telah dilukis di angkasa. Awan ini seperti kupu-kupu, oh yang itu seperti seekor kuda ia menafsirkan bentuk-bentuk awan sesuai fantasinya. Tiba-tiba aku juga melihat melalui mata seorang anak kecil usia 8 tahun. Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali terbang.

Selanjutnya Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang pelatihan seminar yang kuselenggarakan dan mengatakan bahwa aku juga membuat iklan tentang program-program siaran radio dan televisi.Matanya langsung bersinar. Saya dan adikku juga pernah masuk dalam program radio dan televisi. Oh ya, bagaimana rasanya? Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan. Kemudian ia berkata bahwa ia ingin ke kamar kecil. Aku berdiri supaya ia dapat keluar. Saai itulah aku melihat alat penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju kamar kecil di belakang. Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan bahwa ia menderita distorsi otot. Adik perempuanku juga bahkan ia harus memakai kursi roda. Itulah sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk anak-anak penderita distorsi otot.

Ketika pesawat mau turun, ia memandang padaku sambil tersenyum ia berbicara dengan malu-malu ‘Tahukah anda saya benar-benar khawatir tentang siapa yang akan duduk disebelah saya di dalam pesawat? Saya takut ia seorang yang ketus dan tidak mau berbicara dengan saya. Saya senang dapat duduk bersebelahan dengan anda kata anak kecil yang bernama Bradley itu. Ketika mengenang keseluruhan pengalaman itu,aku diingatkan tentang untungnya mempunyai sifat terbuka. Setelah sepekan penuh menjadi pengajar, berkeliling, begitu lelah, tetapi ternyata dalam pesawat aku justru menjadi seorang siswa. Sekarang setiap kali aku merasa stress, cukup sering aku memandang keluar jendela dan mencoba menebak awan yang terlukis di angkasa, dan aku teringat pada Bradley,anak yang istimewa. Seorang yang cacat, begitu bargairah, bersemangat, dan menikmati kehidupan dengan baik. Ia telah mengajarkan saya sebuah pelajaran saat itu.

Anda bisa mendapatkan inspirasi lainnya dalam bentuk VIDEO STREAMING, bs dilihat di U-TUBE, cari dengan kata kunci “INSPIRASI Jarot Wijanarko”. Bergabung di halaman facebook ‘HAPPY HOLY KIDS, Happy Life, Holy Couple & Smart Kids, untuk tips setiap hari. 

SELESAIKAN MASALAH EMOSI ANAK


Otak hebat, IQ tinggi, tetapi prestasi akademiknya jeblok, walau orang tua multi talenta, tetapi minat dan bakat tidak muncul, perilaku bermasalah bahkan hampir tidak naik kelas, atau malah sekolah harus berpindah-pindah atau gonta ganti jurusan. Baik di rumah, di sekolah atau diantara teman-teman menjadi biang kerok, atau pembuat masalah (problem maker’) serta tidak punya banyak sahabat. Kalau anda menjumpai anak atau murid seperti ini, bisa 100% dipastikan, karena adanya masalah emosi yang tidak terselesaikan.

Anak dengan masalah emosi, maka fokusnya bukan pretasi, pelajaran atau mengembangkan bakat, tetapi masalah emosinya, ia sibuk menenangkan diri, sibuk dengan kekecewaannya, mengasihani diri sendiri dan berperilaku aneh, supaya mendapat perhatian. Emosi yang bergejolak, membuat orang tidak bisa konsentrasi dan dalam kondisi demikian, bagaimana ia bisa belajar dan berprestasi?

Hati adalah sumber kehidupan, jika sumbernya bermasalah, maka seluruh kehidupannya, termasuk otaknya akan bermasalah. Mayoritas anak tidak berprestasi bukan IQnya kurang, tetapi kasih sayangnya kurang, hatinya tidak tenang, tidak ada gairah untuk hidup.

Ada seorang anak, dengan memiliki bakat yang luar biasa, jika ia sedang bahagia, maka karyanya luar biasa, namun jarang karyanya ada yang selesai, mayoritas berhenti ditengah jalan. Kenapa? Ternyata ia membenci ayahnya, karena ayahnya pernah ingkar janji. Ayahnya tidak menyadari kesalahannya, maka anaknyapun larut dalam ketidak berhasilannya bertahun-tahun, sampai ayahnya menghadiri seminar, dibukakan ‘rahasia’ ini, ia meminta maaf kepada anaknya, dan mendekati anaknya, membangun hubungan yang lebih baik, dan anaknya seperti mengalami perubahan ‘ajaib’, menjadi orang yang produktif.

Ada kasus lain yang saya jumpai, dimana seorang anak, sulit sekali untuk konsentrasi, sehingga nilainya benar-benar membuat orang tuanya tidak habis pikir. Bagaimana anak bisa bermain kartu, puzzle, game dan hal-hal lain yang memerlukan logika tinggi dan selalu menang, tetapi nilai sekolahnya hampir tidak pernah diatas enam. Ternyata anak ini kecewa, karena merasa orang tuanya tidak adil, pilih kasih dan ia tersingkirkan. Melalui porogram konseling terhadap orang tua, maka anaknyapun menjadi juara ! Masalah perilaku, adalah wujud dari masalah emosi. Prestasi, adalah dampak dari perilaku. Karena itu, selesaikan pada akar masalahnya, yaitu masalah emosi. Gerald Edelman menyarankan untuk menyelesaikan masalah-masalah emosi berikut, supaya otak bisa maksimal.

Anda bs mengadakan SEMINAR PARENTING "MENDIDIK ANAK dengan HATI" dgn pembicara IR.JAROT WIJANARKO, penulis buku tersebut, pendiri The Happy Holy Kids. Hub. Erika Dewi,SH. Telp. 0217364885 atau whatsup atau hp.08129263711 dan pin BB.2768B244.

LATIH DIRI ANAK PUAS DAN BAHAGIA


Puas dan bahagia, adalah istirahat bagi otak untuk bisa selalu bekerja dengan prima. Orang pusing, sakit kepala karena dipicu masalah hati yang tidak pernah puas atau merasakan ketidak bahagiaan. Sekalipun menghadapi masalah, orang yang memiliki sumber kebahagiaan dan kepuasan bati, otaknya akan tetap bekejerja secara logis untuk mecari jalan keluar dan bukannya pusing atau sakit kepala.

Karena kebahagiaan hati, mempengaruhi kinerja otak, sedangkan manusia cenderung tidak terpuaskan keinginannya, maka memiliki sikap hidup bahagia, bukan karena semua keinginan terpenuhi, tetapi mengelola hati dan keinginanan. Keinginan memicu orang untuk semangat meraihnya, namun perlu diiringi rasa syukur dan bahagia, dengan apa yang ada saat ini, sehingga bahagia itu sekarang dan bukan nanti, bahagia selama berjuang menuju impian.

Latih diri anda dan anak anda, belajarlah mencukupkan diri dengan yang ada, bersyukur dengan semua yang dimiliki, itulah kunci kebahagiaan. Jangan menangisi yang hilang tetapi syukuri yang masih ada. Masih ada kesehatan, ada kehidupan, ada keluarga dan lainnya yang pasti manusia hidup memilki beberapa hal yang berharga. Hidupi pola hidup memberi dan bukan meminta. Memberi perhatian, memberi ucapan, memberi senyuman, memberi pertolongan dan hal lainnya, karena orang yang memberi jauh lebih bahagia.

Orang yang banyak meminta mudah sakit hati, kecewa dan kepahitan. Minta diperhatikan, minta dimengerti, minta dipuji dan seterusnya, yang membuat emosinya labil dan menekan kinerja otak. Lakukan terapi dengan saat teduh dan mengucapkan; “Hidup saya tidak atau belum kaya raya, tetapi saya dicukupi, saya punya TUHAN dan saya bahagia”.

Tips selanjutnya ataupun sebelumnya, inspirasi setiap hari, Klik SUKA halaman facebook 'HAPPY HOLY KIDS', tersedia edisi dalam bentuk VIDEO STREAMING di YOUTUBE dgn nama 'INSPIRASI MENDIDIK ANAK". Atau dapatkan bukunya 'MENDIDIK ANAK dgn HATI" bs di download di APPSTORE maupun PLAYSTORE, dengan terlebih dahulu masuk/intall SCOOP ataupun dijual di GRAMEDIA.

AJARI ANAK HADAPI KEKECEWAAN DAN SAKIT HATI


Menghadapi Kebencian dan Sakit Hati; Semua orang punya alasan untuk kecewa, sakit hati dan mendendam penuh kebencian. Tetapi tahukan anda, itu memicu hormon negatif, epinefrine yang menekan fungsi otak dan fungsi hormonal lainnya? Kekecewaan membuat orang fokus pada hal-hal yang membuatnya kecewa dan ternyata membuat ia lupa akan hal-hal penting lainnya. Kekecewaan mengacaukan fungsi memori otak.

Orang yang dipenuhi cinta, memorinya berfungsi luar biasa dan ia mengingat details banyak hal. Orang ingat bagaimana ia dicium pacar pertama yang ia cintai. Banyak pria yang bekerja dengan semangat pada bidang yang ia sukai, dan menghafal nama produk, harga dan lokasi penyimpannya, sekalipun mencapai ratusan bahkan ribuan items, namun ia dengan begitu mudah lupa hanya pada 3 atau 5 items pesanan belanja istri yang tidak dicintai atau ia tidak menyukai disuruh-suruh istri membeli sesuatu. Ketidaksukaan, menekan fungsi memori otak.

Latih diri anda dan ajari anak anda untuk melepaskan pengampunan, mengembangkan sikap fleksible dan rasa humor.

Semua hal diatas untuk anda dan anak anda, karena menyelesaikan masalah emosi anak, harus mulai dari orang tua. Semua perasaan positif diatas, akan menghasilkan berbagai jenis hormon positif di otak, sehingga kondisi otak anda dan anak anda maksimal.

Selanjutnya mengenai Mendidik Anak, bagaimana menanam karakter pada anak, hukum-hukum utama mendidik anak, saya bahas lebih details dalam buku saya lainnya, yang berjudul: Mendidik Anak dengan Hati. *)


Tips selanjutnya ataupun sebelumnya, inspirasi setiap hari, Klik SUKA halaman facebook 'HAPPY HOLY KIDS', tersedia edisi dalam bentuk VIDEO STREAMING di U-TUBE dgn nama 'INSPIRASI MENDIDIK ANAK". Atau dapatkan bukunya 'MENDIDIK ANAK dgn HATI" di Toko Gramedia, atau bisa di download di APPSTORE maupun PLAYSTORE, dengan terlebih dahulu masuk/install SCOOP.

dapatklan produk kami di toko berlogo seperti ini:

dapatklan produk kami di toko berlogo seperti ini:
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. The Happy Holy Kids - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger