INFORMASI PEMASARAN SILAHKAN HUBUNGI: TLP.021-7562303 FAX.021-7562172
Latest Post

Bagaimana Mengetahui Bilamana Anak Anda Siap Menggunakan Telepon Genggam

Bagaimana mengetahui bilamana anak Anda siap menggunakan telepon genggam? Banyak orang tua menghadapi dilema ini dan ada banyak pro dan kontra terhadap pertanyaan itu. Pada akhirnya, tidak ada satupun jawaban yang pas
• Bagaimana mengetahui bilamana anak Anda siap menggunakan telepon genggam? Banyak orang tua menghadapi dilema ini dan ada banyak pro dan kontra terhadap pertanyaan itu. Pada akhirnya, tidak ada satu pun jawaban yang pas.

• Selamat ber-SMS!
Ketika anak saya mencapai usia 12 tahun, dia adalah putri tertua dari orang tua tunggal (ibu tunggal) yang perlu cara untuk saling berhubungan sepanjang hari. Dia dan saya saling bergantian sebagai tim untuk menjaga anak yang lebih muda karena saya disibukkan dengan kelas-kelas di sepanjang hari. Adalah lebih mudah untuk mengirim SMS di tengah-tengah kelas kampus daripada menjawab telepon. Jadi, sebagai sebuah kebutuhan, dia menerima HP saat usia 12 tahun.

• Baik di satu sisi, namun buruk di sisi lain.
Kemudian saya tahu bahwa saya membuat sebuah preseden atau anggapan kepada anak-anak saya yang lain. Mereka semua beranggapan bahwa mereka juga perlu HP saat berusia 12 tahun. Memberikan HP kepada anak-anak dapat menguntungkan, namun ada beberapa kerugian juga.

• Pelatihan SMS.
Ketika putra saya mendapat HP di ulang tahunnya yang ke-12, saya tidak menyadari dampak besar apa yang akan terjadi pada keinginannya untuk mengeja. Dia benci mengeja huruf dan tidak melihat hal yang baik dari itu sampai, dia ingin meng-SMS orang lain dan membuat mereka memahami dia. Dia kemudian belajar kepentingan dari ejaan yang benar dan dia cukup berkembang pada akhir tahun ini.

• Tetap terhubung.
Sejak saat itu, saya menikah lagi. Kami membelikan putri suami baru saya HP di usia 10 1/2 tahun. Berkomunikasi dengan dia dan saudarinya sangat sulit. Kami menyadari bahwa jika kami menyediakan mereka HP, kami akan dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk tetap terhubung dengan mereka lebih sering dari biasanya. Itu telah sangat membantu selama lebih dari 2 tahun belakangan, jadi adalah sepadan untuk membiarkan anak-anak memiliki HP.

• Tanda tangani kontrak perjanjian
Saya menemukan sebuah situs Teenage Cell Phone Contract yang disebut Holy Craft. Saya pikir mereka memiliki beberapa ide dalam membuat kontrak. Pada dasarnya, orang tua menuliskan apa saja cara yang pantas dalam menggunakan HP. Sebuah kontrak dapat menjadi cara yang luar biasa untuk memastikan semua orang saling memahami peraturannya.

Sesuatu untuk diingat:
• Anak-anak bertanggung jawab pada HP-nya dan menjaganya dalam kondisi baik.
• Apa yang akan terjadi dengan HP saat waktu tidur? Bagaimana baterainya akan diisi ulang?
• Apakah SMS dan menelepon diizinkan pada saat makan malam?
• Anak-anak perlu untuk mematuhi peraturan sekolah menyangkut HP.
• Jangan pernah SMS-an dengan dan pada saat mengendara.
• Jangan mengambil foto apapun yang tidak pantas atau menggunakan HP untuk . Pahamilah bahwa hal-hal ini tidaklah pantas dan berpotensi melanggar hukum.
• Peringatkan orang tua jika Anda menerima telepon mencurigakan atau diancam.
• Orang tua memiliki hak untuk mengecek HP kapanpun.
• Tanggapi telepon atau SMS dari orang tua sesegera mungkin.
• Saya memahami bahwa HP saya dapat diambil sebagai konsekuensi dari perilaku yang buruk, nilai yang anjlok, dsb.
• Memiliki HP adalah keistimewaan, bukan hak.

• Awasi dengan ketat penggunaannya/
Kebanyakan HP memiliki fitur tambahan yang menyediakan cara bagi orang tua untuk membantu memonitor HP anak mereka. Ada fitur yang disebut “Kontrol Pengguna” dan fitur ini membuat orang tua dapat mengontrol panggilan masuk dan keluar dan SMS. Itu juga mengizinkan orang tua untuk memblokir layanan telepon selama hari-hari tertentu di mana HP tidak layak digunakan misalnya selama jam sekolah.

Kebanyakan penyedia layanan data memiliki layanan gratis yang dapat memblokir kemampuan untuk mengunduh beberapa hal. Saya mendapat keuntungan di HP anak-anak saya. Saya tidak ingin mendapat tagihan telepon 3 juta karena anak saya menemukan musik yang keren dan mengunduhnya tanpa menyadari biayanya.

Ada banyak alasan untuk membiarkan anak-anak memiliki HP dan ada juga banyak alasan untuk tidak membiarkan mereka memilikinya. Pada akhirnya harus disesuaikan yang mana yang paling cocok dengan situasi keluarga dan individu. Jika Anda memberikan HP kepada anak Anda yang situasinya tampak bahwa dia memerlukannya, jadilah jelas mengenai apa yang Anda harapkan dari penggunaan HP tersebut. Adalah mungkin untuk memberikan anak-anak peraturan menggunakan HP—dan buatlah semua orang bahagia.

Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Sandiakira L. Pagalla 
dari artikel asli "How to know if your child is ready for a cell phone" karya Ruthie Armstrong.

PENTINGNYA MENDONGENG UNTUK ANAK

Membacakan buku kepada anak Anda sebelum tidur adalah tradisi lama yang sangat penting. Saya pikir cara terbaik untuk memperkenalkan kepada anak-anak Anda untuk menyukai literatur adalah dengan membacakan mereka sejak mereka lahir.
• Membacakan buku kepada anak Anda sebelum tidur adalah tradisi lama yang sangat penting. Saya pikir cara terbaik untuk memperkenalkan kepada anak-anak Anda untuk menyukai literatur adalah dengan membacakan mereka sejak mereka lahir.
Sebagai penulis, saya biasanya mengarang cerita dalam pikiran saya. Suatu malam, ketika anak-anak lelaki kami masih kecil, saya menyelimuti mereka dan menyadari kami lupa untuk memilih sebuah buku. Menyadari bahwa jika saya membiarkan mereka untuk memilih, itu akan menghabiskan waktu setengah jam lagi sebelum mereka tidur, saya memutuskan untuk menceritakan sebuah cerita.

Saya mulai menceritakan mereka sebuah cerita petualangan dua orang laki-laki bersaudara dan seekor naga. Tentu saja peran utama cerita tersebut menggunakan nama anak saya. Mereka menyukainya! Setiap malam setelahnya, mereka ingin lagi, dan kami melanjutkan cerita yang sama. Saya tidak menyadari dampak dari cerita yang saya karang sendiri daripada yang cuma dibacakan, pada diri anak-anak lelaki saya hingga beberapa tahun yang lalu.
Anak-anak lelaki saya, sekarang sudah besar, dan sangat senang ketika saya mempublikasikan buku pertama saya. Satu-satunya pertanyaan mereka adalah kapan saya akan menulis dan mempublikasikan cerita yang saya karang buat mereka bertahun-tahun yang lalu. Saya tidak menyangka mereka bahkan mengingat cerita tersebut, tetapi, ya, mereka mengingatnya, dan mereka menginginkan cerita tersebut dicetak.

Saya bersyukur saya melakukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang diingat terus oleh anak-anak saya selama bertahun-tahun. Sesuatu yang sesederhana menceritakan cerita untuk mereka, dan menghabiskan waktu untuk berbagi bersama mereka.
Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Bedtime stories” karya Cindy C. Bannett.

Menjadi Seorang Ayah yang Cekatan

Jangan pernah berputus asa, kehidupan adalah proses pembelajaran. Dan jangan khawatir untuk meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan. Anak Anda lebih dari sekedar memaafkan
• Kelahiran dari anak pertama saya membawa sebuah perasaan bahagia yang murni bercampur dengan sebuah perasaan ketidakmampuan. Ayah kandung saya pergi ketika saya umur delapan tahun dan saya menghabiskan sisa waktu remaja tanpa seorang ayah. Tugas menjadi ayah setidaknya tidak pernah saya katakan menakutkan. Tidak ada model atau cetak biru untuk dijalani. Beberapa tahun berikutnya adalah pengalaman belajar, tapi itulah apa arti tentang keayahan. Tidak ada seorang ayah pun yang sempurna.
Untuk membantu para ayah yang mungkin merasakan beban ketidakmampuan yang sama, berikut adalah beberapa tips yang mungkin membantu Anda melewati masa-masa pelatihan. Bagi para ayah yang lebih berpengalaman mungkin ini akan membantu memoles beberapa keterampilan keayahan tersebut.

• Pertama kali dengarkan dulu
Sangat mudah untuk mengabaikan keterampilan sederhana ini. Seringkali kita dibawa masuk kedalam pola pikir bahwa “Ayah tahu yang terbaik.” Apakah kita benar atau tidak, penting untuk terlebih dahulu mendengarkan anak-anak kita. Apa yang mereka katakan mungkin tidak akan merubah pikiran kita, tapi jika tidak ada hal yang lain, mereka akan merasa dihargai dan ini penting bagi perkembangan semua anak-anak. Jadi berikutnya saat anak tiba setelah jam malam atau menghambur-hamburkan pasta gigi, pertama kali dengarkan dulu. Kemudian dimulai dengan mendisiplinkan.

• Konsekuensi daripada hukuman
Ayah seringkali digambarkan sebagai suatu kedisipinan. Berapa banyak dari kita memiliki pengalaman menunggu ayah pulang ke rumah untuk mengeluarkan hukuman atas tindakan yang membuat ibu putus asa? Ketika ayah telah pulang, adalah pilihan antara dicambuk atau dipukul dengan sabuk. Tapi waktu telah berubah, ini bukan cara yang terbaik.
• Daripada memikirkan hukuman yang ringan, cobalah memikirkan konsekuensinya
Buat anak Anda sadar bahwa setiap tindakan membawa bersamanya akibat tertentu. Bahkan lebih baik, duduk bersamanya sebelum dia berbuat salah dan membahas bersamanya konsekuensi apa yang seharusnya pantas. Sebagai contoh, jika dia pulang ke rumah setelah jam malam, konsekuensinya akan kehilangan kesempatan bermain di luar rumah selama seminggu.

• Mendisiplinkan dengan hati
Adalah penting bahwa anak Anda melihat Anda sebagai lebih dari sekadar disiplin. Sebaliknya, dia harus melihat Anda sebagai sebuah sumber kebijaksanaan dan nasihat yang terpercaya ketika dia menghadapi tantangan dalam hidupnya. Untuk alasan ini, penting untuk tidak hanya memarahi anak atas kesalahannya.
Saat sangat tergoda untuk berteriak, adalah lebih baik ketika seorang ayah mengesampingkan emosinya dan duduk bersama anaknya untuk menasihatinya. Daripada berteriak keras, nasihatilah secara lembut. Sejalan dengan hal ini, pastikan untuk menghindari perasaan bersalah dan mengganjar. Perasaan bersalah adalah motivator buruk dan seringkali menyebabkan penyimpangan pandangan mengenai diri di kemudian hari. Sebaliknya, berusaha keras utuk menunjukkan kepedulian yang penuh kasih dalam nasihat yang Anda berikan.

• Luangkan waktu Anda bersama-sama, waktu mereka
Adalah harapan para ayah memiliki seorang anak laki-laki yang mau diajak untuk pergi memancing atau menonton pertandingan sepak bola. Ketika kita dikarunia anak-anak, bagaimanapun, kita mungkin memiliki seorang anak laki-laki atau perempuan yang tidak memiliki ketertarikan dalam memancing atau sepak bola. Namun, kita berusaha untuk menyeretnya ke luar meskipun dia mengeluh. Pada akhirnya, itu adalah pengalaman yang buruk bagi keduanya.
Kita harus sadar bahwa meskipun dia adalah anak kita, ketertarikannya, bakatnya dan pilihannya berbeda dari kita. Sebagai ayah, kita perlu untuk keluar dari jalan kita untuk mengetahui anak-anak kita dan kesukaan mereka dan meluangkan waktu melakukan apa yang mereka sukai. Jika kita melakukan hal ini, maka mereka kemungkinan tidak akan terlalu banyak mengeluh pada kesempatan perjalanan memancing berikutnya.

• Biarkan mereka menjadi siapa diri mereka
Pada akhirnya, meskipun semua pengharapan dari semua yang diharapkan seorang ayah, seorang anak bukanlah sebuah balok kayu yang diukir dengan gambaran kita. Kita mungkin ingin untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada anak-anak kita dan itu patut untuk dihargai. Namun, kita seharusnya tidak boleh mengharapkan seorang anak untuk menjadi sama seperti kita, untuk mencapai apa yang telah kita capai, untuk berjalan di jalan yang sama kita lalui. Ini adalah kehidupan mereka untuk dijalani dan bukan milik kita.
Seringkali para ayah berpikir bahwa membantu seorang anak untuk mencapai potensi penuhnya berarti membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya yang kita tidak mampu membuat dalam diri kita sendiri. Daripada mengukir takdir anak Anda untuknya, berilah dia peralatan dan ajari anak Anda untuk menggunakannya, sehingga dia bisa mengukir takdirnya sendiri.

Pada akhirnya, akui bahwa tidak ada orang tua yang sempurna. Menjadi seorang ayah yang baik memerlukan waktu bertahun-tahun untuk berlatih dan ada banyak (penekanan pada kesalahan). Jangan pernah berputus asa, kehidupan adalah proses pembelajaran. Dan jangan khawatir untuk meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan.
Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “Becoming a skillful father” karya Sean Fletcher

5 Cara agar Anak Anda Terhindar dari Kehamilan di Luar Nikah

Penulis: Agung Candra Setiawan


Kedekatan dan hubungan keluarga yang harmonis antara para remaja dan orang tuanya akan menciptakan sebuah suasana yang nyaman bagi para remaja untuk mencurahkan segala permasalahan yang sedang dihadapinya.

Maraknya kasus kehamilan yang dialami oleh para remaja di luar nikah kemudian disertai dengan banyaknya kasus aborsi, menunjukkan bahwa mereka belum benar-benar matang secara lahir batin dalam memutuskan membangun sebuah rumah tangga.
Gaya hidup dan pergaulan serta pola didik dari orang tua berperan kuat dalam membentuk karakter para remaja. Dalam masa transisi menuju usia dewasa ini para remaja dihadapkan dengan berbagai macam tantangan hidup serta pilihan yang tidak mudah, termasuk salah satu di antaranya adalah dalam belajar memilih calon pasangan hidup.

Ketika seseorang berada pada usia remaja salah satu kebiasaan yang umum dijumpai adalah romantisme masa pacaran. Pada masa pacaran seorang remaja kebanyakan beranggapan bahwa rekan yang dicintainya adalah pasangan sejatinya. Romantisme masa pacaran seringkali membutakan, menciptakan sebuah kesan bahwa dunia ini hanya milik berdua. Pada saat inilah kejadian yang tidak diharapkan yaitu kehamilan di luar nikah yang seringkali terjadi.
Supaya terhindar dari hal tersebut para remaja sangat memerlukan pengarahan dari orang-orang terdekatnya, terutama dari orang tuanya. Kedekatan dan hubungan keluarga yang harmonis antara para remaja dan orang tuanya akan menciptakan sebuah suasana yang nyaman bagi para remaja untuk mencurahkan segala permasalahan yang sedang dihadapinya. Orang tua wajib mengajarkan serta memberi pengarahan pada anak-anak remaja mereka bagaimana hendaknya berperilaku dalam berkencan. Orang tua wajib mengajarkan kepada mereka bagaimana memperlakukan dengan hormat pasangan mereka.

Dalam aktivitas kesehariannya para remaja bertemu dengan banyak orang termasuk dengan kawan lawan jenisnya. Ketika seorang remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya para orang tua harus perlu ekstra waspada. Ketika mereka memutuskan mulai berpacaran orang tua harus ikut campur dalam memberi wejangan agar mereka saling menghormati satu sama lain. Masa pacaran adalah masa di mana mereka belajar untuk saling mengasihi, mempercayai dan memahami satu sama lain, para remaja perlu diberi pemahaman bahwa meskipun mereka saling mencintai namun mereka belum memiliki satu sama lain secara sah baik menurut hukum atau agama.

Pada masa remaja hasrat yang muncul yang diakibatkan oleh melonjaknya dorongan hormonal bisa diatasi dengan memberikan pemahaman yang benar kepada mereka tentang dampak-dampak yang akan diakibatkan jika mereka jatuh ke dalam hubungan seksual sebelum menikah. Supaya hal tersebut tidak terjadi perlu sebuah usaha dari para orang tua agar memberi pemahaman yang benar kepada anak-anak remaja mereka agar betul-betul menjaga perilaku dalam bergaul dengan lawan jenis, usaha-usaha tersebut di antaranya adalah:

• 1. Meningkatkan keimanan anak-anak remaja
Para orang tua perlu menjadi suri teladan bagi anak-anaknya dalam meningkatkan keimanan, dengan keimanan yang kuat terbukti ampuh menghindarkan seseorang dari hal-hal buruk yang akan terjadi.
• 2. Mengasihi pasangan Anda
Orang tua perlu memberi contoh kepada anak-anak remaja dalam mengasihi pasangan. Kasihilah istri atau suami Anda dengan sepenuh hati, pertikaian dalam bentuk apa pun dalam rumah tangga harus bisa dihindari, ketika anak-anak Anda melihat Anda sangat mengasihi pasangan Anda mereka akan belajar untuk mengasihi calon pasangan mereka.

• 3. Rekan Anda bukanlah sebagai obyek pelampiasan nafsu
Rekan atau pacar Anda bukanlah obyek untuk melampiaskan nafsu. Setiap orang diwajibkan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, ketika pada taraf berpacaran seorang remaja perlu diingatkan bahwa rekan mereka adalah calon pendamping hidup mereka kelak, mereka perlu untuk menghargai dan menghormatinya sebagai rekan yang sepadan.
• 4. Seks adalah sakral
Para remaja perlu memahami bahwa seks adalah sakral dan hanya boleh dilakukan oleh suami-istri yang sudah disahkan secara hukum dan agama.

• 5. Memberi kesibukan kepada anak-anak Anda
Ada banyak waktu luang yang dimiliki oleh para remaja seusai sekolah, dengan memberikan kesibukan baik di dalam rumah atau mengikutsertakannya dalam kegiatan di luar rumah yang positif seperti klub olahraga, musik dan lain sebagainya akan membantu mereka menyalurkan hasrat dan minatnya.

Seorang remaja yang berhasil melewati masa transisi menuju ke kedewasaan yang matang memerlukan bantuan dari orang-orang terdekat yang dikasihinya. Orang tua adalah orang terdekat itu, bantu putra dan putri Anda memahami bahwa mereka sedang disiapkan dan diharapkan dapat menjadi orang tua-orang tua yang bertanggung jawab suatu hari nanti.


sumber:  Keluarga.com

BUKU MEWARNAI PRINCESS HAPPY

Buku mewarnai putri-putri cantik dan pangeran yang tampan...
BONUS STIKER

Ukuran Buku: 20x28cm
Isi: HVS 100gr

Harga: .....

dapatklan produk kami di toko berlogo seperti ini:

dapatklan produk kami di toko berlogo seperti ini:
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. The Happy Holy Kids - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger